Selasa, 05 September 2017

Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat Dan Praktis

ceramah
Ceramah
Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat Dan Praktis - Alhamdulillah, kita bersyukur kehadirat Allah SWT atas hadirnya bulan Ramadhan yang mulia ditengah-tengah kita, bulan yang diliputi kemuliaan dan janji-janji pengampunan. Semoga kita benar-benar mampu mengisinya dengan amal kebaikan  yang  istiqomah. Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada baginda Rasulullah SAW sang junjungan, yang senantias menjadikan Ramadhan bulan penuh dengan amalan siang dan malam. Marilah kita berusaha mencontoh beliau dalam setiap langkah meniti hari di bulan Ramadhan yang mulia ini.

Jamaah sekalian rahimakumullah …
Kita sudah meniti hampir sepertiga dari bulan Ramadhan ini, marilah kita kembali menguatkan diri dan memotivasinya agar tak lengah dan tak surut dalam beramal mengisinya dengan amal kebaikan. Karena sesungguhnya manusia diciptakan dalam kondisi yang lemah. Wa khuliqol insaaanu dhoiifaa … (QS An-Nisa 28). Karena itulah terkadang semangat mengisi Ramadhan hari pertama  berbeda dengan hari kelima, keenam dan seterusnya. Kian hari terlihat kian surut. Bahkan naudzubillah, ada yang ‘menyelesaikan’ Ramadhan dalam hatinya begitu melewati sepertiga Ramadhan. Ramadhan terasa sudah usai, dan ia kembali dalam kesibukan dan rutinitas hariannya sebagaimana sebelum Ramadhan.  Maka kitapun menjadi saksi bagaimana hari-hari kesebelas dan seterusnya, barisan sholat tarawih di masjid mulai menyusut ke depan. Yang terlihat istiqomah hanya mereka yang memang senantiasa menjadi memakmurkan masjid pada hari-hari diluar Ramadhan.

Jamaah sekalian rahimakumullah …
Untuk menjaga kualitas dan kontinyuitas amal kita dalam bulan Ramadhan ini, marilah kembali mengingat janji Allah yang dijanjikan kepada kita, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa yang kita jalani ini. Dengan menghayati apa saja yang akan diberikan Allah SWT kepada kita, maka insya Allah puasa kita akan terasa ringan, sebagaimana kitapun akan lebih bersemangat dalam menjalankan amal kebaikan lainnya di dalam Ramadhan.  Mari kita lihat kembali bagaimana sesungguhnya fasilitas yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka yang berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan ini.

Pertama : Ampunan di sisi Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang kita sama-sama sering mendengarnya disampaikan para muballigh dalam hari-hari ini. Hadits yang singkat tetapi mempunyai nilai motivasi yang kuat bagi kita : “ Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan penuh pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu “ (HR Bukhori Muslim).

Siapa yang tidak bergembira mendapatkan ampunan dari setiap dosa ? Karena sungguh setiap kita tidaklah berjalan di atas muka bumi ini kecuali dengan memanggul dosa yang terus bertambah setiap harinya, tanpa kita sadari. Ibaratnya tahanan, maka puasa akan menjadikan kita mendapatkan remisi pembebasan dari neraka. Amin allahumma amiin. Tentunya dengan dua syarat yang telah disebutkan begitu jelas dalam hadits tersebut, yaitu : dengan penuh keimanan dan pengharapan. Berpuasa dengan sepenuh keikhlasan dan keyakinan, serta mengharap pahala yang agung di sisi Allah SWT,  karena itulah ia senantias menjaga kualitas puasanya dari hari ke hari. Menjaganya agar tidak terkotori dengan noda-noda yang akan mengurangi nilai pahalanya.

Kedua :   Bau mulut yang Wangi
Fasilitas kedua yang diberikan Allah SWT kepada orang yang berpuasa adalah, bau mulut kita menjadi begitu semerbak mewangi di akhirat nanti. Rasulullah SAW bersabda :
وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“ sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah subhanahu wa ta’ala daripada wangi minyak kesturi” (HR Bukhori)

Jamaah sekalian rahimakumullah …
Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa hal semacam ini menjadi kekhususan tersendiri di sisi Allah SWT. Mengapa persoalan bau mulut sampai diungkit dalam janji Allah SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa ?. Marilah kita lihat janji ini sebagai isyarat bahwa apapun yang terkait orang yang berpuasa sungguh akan dihargai oleh Allah SWT, bahkan sekalipun yang terkait dengan bau mulut. Logika sederhananya adalah, jika bau mulut saja sudah begitu diperhatikan dan dihargai, maka bagaimana dengan hal-hal lain seputar orang berpuasa ? Keringatnya dalam menahan panas, perjuangannya menahan lapar, tentulah ini semua juga akan berujung kebaikan demi kebaikan di akhirat nanti. Amin allahumma amiin …

Jamaah sekalian rahimakumullah …
Ketiga : Mendapatkan Syafaat dengan Puasanya
Hal ketiga yang akan didapatkan oleh orang berpuasa di akhirat nanti adalah syafaat atau pembelaan dari amal puasanya. Sebagaimana jelas disebutkan Rasulullah SAW dalam haditsnya :
اَلصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. يَقُوْلُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ. وَيَقُوْلُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ
“Puasa dan al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya.’ Al-Qur`an berkata, ‘Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa’at kepadanya” (HR Ahmad)
Subhanallah .. puasa dan bacaan Al-Quran akan berubah menjadi pembela-pembela kita di akhirat nanti. Memperjuangkan kita dengan memberikan syafaat agar kita terhindar dari fitnah dan siksa perhitungan akhirat. Karena bisa jadi ada amal-amal kebaikan yang belum sempurna tertunaikan, atau dosa yang belum sepenuh terlebur, maka syafaat senantiasa masih kita nanti-nantikan, dan ternyata salah satunya bisa berasal dari amal puasa kita.

Keempat: Pintu Surga khusus “Arroyan” bagi orang yang berpuasa
Dalam sebuah hadits yang panjang Rasulullah SAW memberitahukan kepada kita kemuliaan lain dari orang yang berpuasa , beliau menyebutkan dengan lisannya yang mulia :“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut.”(HR Bukhori Muslim)

Jelas sekali bahwa ibadah puasa mempunyai kedudukan tersendiri yang begitu mulia, hingga bagi mereka yang gemar berpuasa dan sukses dalam puasa Ramadhannya mendapatkan pintu khusus yang disebut dengan Arroyan. Tentunya kita semua berharap bisa memasuki pintu surga, dan bisa jadi insya Allah melalui pintu Arroyan yang dijanjikan kepada ahlu shoum …. Amiin allahumma amiin …

Jamaah sekalian rahimakumullah
Kelima : Kegembiraan Bertemu Allah SWT.

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ.
Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR Bukhori)
Kegembiraan di kampung akhirat berikutnya adalah kesempatan berjumpa dengan Allah SWT. Sungguh sebenarnya inilah puncak dari kebahagiaan dan janji Allah kepada orang yang berpuasa, yaitu mendapatkan kemuliaan tersendiri bertemu dengan Allah azza wa jalla. Amal puasa kita ternyata bisa menjadi tiket tersendiri untuk mendapatkan impian setiap mukmin sejati ini.

Akhirnya, tiada kata lagi setelah ini kecuali marilah bersama kita lanjutkan program Ramadhan dan ibadah puasa kita dengan terus menjaga semangat dan kekhusyukannya. Jangan ada lagi semangat yang mengendur di tengah Ramadhan, apalagi lalai dalam mengisi Ramadhan dengan kebaikan dan menyibukkan diri dengan persiapan mudik dan lebaran. Mari kita tuntaskan Ramadhan dengan sepenuh kesungguhan dan harapan akan janji-janji Allah sebagaimana telah disebutkan. Semoga Allah SWT memudahkan.
 Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
 Saat kita menunggu tamu istimewa datang, ada perasaan berharap untuk segera mendapatkan kepastian kedatangannya. Anggaplah ia pejabat, sahabat dekat yang lama tidak berjumpa, atau calon besan kita. Kita tentu menunggunya dan menyiapkan penyambutan yang istimewa pula. Demikian juga, ketika Ramadhan sudah menjadi tamu istimewa kita. Kita berharap segera menemuinya. Dan, alhamdulillah, mulai malam ini adalah hari-hari yang kita tunggu bersama.

Puasa Umat Terdahulu
 Satu amalan khusus pada Ramadhan yang tidak dijumpai pada bulan-bulan lainnya adalah puasa Ramadhan. Karenanya Ramadhan juga disebut sebagai Syahrush Shiyam.

 Kaum muslimin rahimakumullah…
 Ternyata perintah puasa tidak hanya ada untuk umat Islam. Jauh sebelum Rasulullah menerima wahyu, umat-umat terdahulu juga mendapatkan perintah yang sama. Inilah yang kita dapati dalam Al-Qur'an :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

 Nabi Adam as. setelah diturunkan dari surga bertaubat kepada Allah swt dan berpuasa selama tiga hari setiap bulan. Itulah yang kemudian dikenal dengan puasa ayyamul bidh yang sunah untuk dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 hijriyah setiap bulan. Nabi Daud as juga melaksanakan puasa. Puasanya bahkan lebih berat lagi; yakni satu hari puasa dan satu hari berbuka. Inilah yang kemudian kita kenal dengan puasa Daud, sunnah hukumnya bagi umat Muhammad. Dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada Yahudi selama 40 hari, sedangkan kepada umat nabi Isa selama 50 hari.

 بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان
7 Keutamaan Puasa

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
 Setiap ibadah dalam Islam memiliki keutamaan masing-masing. Demikian pula dengan puasa yang telah diwajibkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah… (QS. Al-Baqarah : 185)

 Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa :
Amal mulia yang pahalanya akan dibalas langsung dari Allah SWT

 Jika amal-amal lain telah disebutkan pahalanya oleh Allah SWT, ternyata pahala puasa akan langsung diberikan Allah SWT tanpa diberitakan terlebih dahulu berapa batasan pahalanya. Ibarat seseorang yang bekerja dan telah disebutkan gajinya sekian dan sekian, maka kita bisa memperkirakan berapa hasil yang diperoleh. Tetapi saat owner perusahaan atau bos kita mengatakan "bekerjalah dan saya langsung yang akan memberikan gajimu" bisa jadi hasil yang kita dapatkan di luar dugaan kita, tergantung bagaimana kualitas kerja kita.

 Shadaqah misalnya, sudah disebutkan Allah SWT tentang pahalanya :

 مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)

 Sedangkan untuk puasa ini, Allah SWT berfirman melalui hadits qudsi :

 قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

 Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…" (Muttafaq 'Alaih)

 Tidakkah kita termotivasi untuk berpuasa sebaik-baiknya, memelihara keikhlasan dalam menjalankannya dan karenanya kita akan mendapatkan perhitungan langsung dari Allah SWT yang boleh jadi jauh lebih hebat dari pada apa yang kita duga?
Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi Allah daripada minyak misik
Meskipun manusia tidak menyukai bau mulut orang yang berpuasa karena tidak sedap, tetapi di sisi Allah SWT itu lebih baik dan lebih harum dari pada minyak misik.
- Orang yang puasa akan mendapat dua kegembiraan
Memasukkan pelakunya ke dalam surga
Suatu hari Abu Umamah datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang amal yang bisa memasukkannya ke surga. Imam Ahmad, Nasa'i dan Hakim meriwayatkan dalam hadits berikut ini:

 عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ مُرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ. قَالَ « عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ ». ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ « عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ »
Dari Abu Umamah berkata: Saya datang kepada Rasulullah SAW, maka saya berkata: "Perintahkan kepada saya dengan sebuah amal yang dapat memasukkan saya ke dalam surga!" Rasulullah SAW menjawab: "Berpuasalah, sesungguhnya tiada tandingan baginya" Kemudian saya datang untuk kedua kalinya, maka Beliau berkata: "Berpuasalah"  (HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim dan dia menshahihkannya)
Tidakkah kita ingin dimasukkan Allah ke surga yang kenikmatannya sangat luar biasa hingga membuat setiap orang yang mengetahuinya akan memiliki kecintaan pada surga?
- Puasa akan menjadi pemberi syafa'at bagi pelakunya
 Di hari kiamat yang tiada lagi berguna apapun selain pertolongan Allah dan syafa'at yang diizinkannya, betapa berbahagianya seorang muslim mendapatkan syafa'at akibat puasa yang dilakukannya dan Al-Qur'an yang dibacanya.
- Puasa adalah perisai dari api neraka
Rasulullah SAW bersabda :
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ
Puasa adalah perisai (yang melindungi) dari api neraka (HR. Ahmad dan Hakim)
- Puasa sehari di jalan Allah menjauhkan pelakunya dari neraka sejauh tujuh puluh musim
 Diantara keutamaan puasa adalah menjauhkan pelakunya dari neraka. Satu hari puasa setara dengan penambahan jarak sejauh tujuh puluh musim dari neraka.

Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah

berkah
berkah
Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Penuh Berkah - Tiada kata yang paling indah untuk diucapkan selain memanjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena berkah dan rahmat-Nya sehingga pada kesempatan ini, tahun ini, kita masih diberikan kekuatan, napas serta kesehatan sehingga kita masih dipertemukan oleh bulan Ramadhan 1437 Hijiriah. Marilah kita sambut Ramadhan dengan perasaan riang gembira serta mengucapkan “Marhaban ya Ramadhan 1437 H” sambutan yang berarti penuh kegembiraan, lapang dada, suka cita dan tidak ada batasan pada tamu yang sangat dinantikan oleh seluruh umat islam seluruh dunia.
Jamaah Tarwih yang dirahmati oleh Allah SWT

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, dimana seribu bulan lain tiada cukup dijadikan sandingannya. Bulan yang di dalamnya dilipatgandakan pahala tentu kaum muslimin tidak ingin rugi dalam meraup "keuntungan" dalam bentuk amal yang berlipat ganda.

Dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tentunya dibutuhkan persiapan tekad dan kesehatan yang kuat agar ibadah yang kita lakukan bisa penuh selama bulan Ramadhan. Mengapa semua itu perlu? Karena pada bulan Ramadhan manusia dilatih untuk melawan hawa dan nafsu dimana pada bulan-bulan lainya manusia dapat dengan bebas melakukannya selain itu, kesehatan juga sangat dibutuhkan untuk tetap dapat menghidupkan amalan baik di bulan Ramadhan seperti Puasa, Sholat dan Tadarus yang tiada lain ditujukan kecuali kepada Allah SWT.

Apa makna Puasa bagi kaum Muslimin?

Puasa adalah salah satu kewajiban bagi setiap muslimin dan juga merupakan rukun islam yang keempat. Dalam Al-Qur'a, Kata Shiyam (As-Shiyam) merujuk pada puasa menurut syariat. Etimologi dari kata ini terbentuk dari kata Sha-wa-ma yang berarti "berhenti", "menahan", atau "tidak bergerak". Menurut ulama, arti kata ini berarti manusia diperintahkan untuk menahan diri dari beberapa aktivitas yang dibolehkan pada bulan-bulan lain. Shaum (berpuasa) kemudian dibatasi melalui contoh yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW karena hukum asal mula ibadah adalah Haram kecuali yang telah ditunjukkan. Puasa yang dimaksud adalah menahan hawa dan nafsu baik itu makan, minum mengeluarkan mani atau mazzi secara sengaja mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Al-qur’an menggunakan kata shiyam dalam arti puasa menurut hukum syariat. Secara bahasa, kata shiyam yang berakar dari huruf-huruf sha-wa-ma berarti “menahan” dan “berhenti” atau “tidak bergerak”. Manusia yang berupaya menahan diri dari suatu aktifitas – apapun aktifitas itu – dinamai shaim (berpuasa). pengertian kebahasaan ini dipersempit maknanya oleh hukum syariat, sehingga puasa (shiyam) hanya digunakan untuk “menahan diri dari makan, minum dan upaya mengeluarkan sperma dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari” dan niatnya karena Allah SWT dan telah diberikan petunjuk melalui Rasulullah SWT.

Hal ini saya anggap perlu ditekankan, karena tidak semua orang melakukan puasa karena Allah SWT. Beberapa orang menuntut ilmu dengan cara berpuasa padahal tidak pernah ada petunjuk sebelumnya dari Rasulullah SAW baik berupa perbuatan dan juga perintah. Sungguh perbuatan tersebut adalah perbuatan yang sia-sia dan jika salah niat akan bergeser ke Syirik. Nauzu Billah Min Dzallik.

Jamaah Tarwih yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Namun ada beberapa hal yang kadang terlewatkan oleh kaum muslimin dalam menjalankan ibadah puasa, yakni pemahaman mengenai puasa yang dibatasi hanya sebatas menahan lapar, haus dan nafsu padahal penjelasan mengenai puasa juga harus menahan hal-hal yang lain seperti amarah dan bicara. Seperti yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Maryam ayat 26. Selain itu menurut para ulama, Puasa memiliki tujuan untuk melatih jiwa manusia tidak untuk dapat berbuat dan berlaku lebih baik dan yang paling utama adalh melatih Jiwa manusia untuk bersabar dan latihan ini hanya bisa dilakukan oleh diri sendiri dan untuk diri sendiri pula, sehingga jikalau seorang muslim tidak berpuasa yang rugi adalah dirinya sendiri seperti dalam sebuah hadis Qudsi yang menyatakan bahwa: Al-Shaumu liy wa Ana Ajziy yang aritnya Puasa untuk-Ku, dan Aku yang memberi ganjaran (HR. al-bukhari) dipersamakan oleh banyak ulama dengan firman Allah SWT dalam QS. az-Zumar 39:10

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Yang artinya:
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Orang sabar yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang yang berpuasa. dan kata puasa tidak merujuk hanya puasa pada bulan Ramadhan tapi juga puasa lain seperti puasa Kaffarat dan Puasa Sunnah
Ikhwati wa akhowati fillaah, Salah satu sifat Allah SWT adalah Ia memiliki irodah (kehendak), sebagaimana firmanNya : "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)." (QS Al Qoshosh [28]:68). Allah memilih sesuatu yang dikehendakiNya. Allah memilih tempat yang dikehendakiNya. Allah memilih manusia yang dikehendakiNya, pilihanNya sendiri ada yang menjadi Rasul, pemimpin negara, cendekia, dsb. Allah memilih gua Hiro' yang dikehendakiNya sebagai tempat pertemuan Rasul dan Malaikat Jibril. Allah memilih Mekkah yang dikehendakiNya sebagai kiblat kaum Muslimin dan memilih pula kota Madinah sebagai basis pertahanan Rasulullah dalam menyebarkan risalah Ilahi.

Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185. Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.

Begitu halnya dengan bulan Rama- dhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : "Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)
Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya :
Bulan diturunkannya Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.
Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya. Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:  "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.
Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr. Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS Al Anfal [8]:41. Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.
Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.
Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5)
Bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. " QS Al Baqarah [2] : 183. Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.

Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Terbaru

puasa
puasa
Ceramah Tentang Bulan Ramadhan Terbaru - Sebagai Seorang Da’i, Penceramah, Ustadz, dll, memiliki pengetahuan serta wawasan yang lebih dari mad’u (yang didakwahi) adalah suatu tuntutan yang harus dipenuhi. Terkadang dalam suatu masyarakat terdapat beberapa persoalan yang jarang ditemukan di dalam teks tulisan, begitu juga ada beberapa persoalan yang berkembang di masayarakat yang hanya di temukan dalam sebuah tulisan.

Memadukan pengalaman berdakwah di masyarakat dengan apa yang kita baca akan membentuk seorang da’i yang lebih berkualitas, kaya akan pengalaman. Tentunya persiapan materi, harus diimbangi dengan persiapan fisik dan mental untuk memudahkan dalam menghadapi masayarakat.

Terkait dengan persiapan materi, telah kami rangkum beberapa contoh ceramah agama islam singkat yang telah kami terbitkan pada situs ini. Ceramah-ceramah ini telah kami terbitkan sejak tahun 2013 dan masyoritas berhubungan tentang Kultum dan Ceramah Ramadhan.

Daftar ceramah singkat ini, kami bagi ke dalam 3 bagian. Pertama Ceramah Agama Islam (pembahasan umum), kedua Bahan Ceramah Agama Ramadhan (Khusus Ramdhan) dan ketiga Daftar Khutbah (Khutbah Jum’at, Idul Fitri dan Idul Adha).
Kumpulan Contoh Teks Ceramah Agama Islam Terbaru 2017

Secara umum, penyediaan teks ceramah Agama Islam terkait pembahasan umum masih baru kami sediakan beberapa minggu terakhir, bahkan baru poin 1 dan 2. Namun, para Asatidz tidak perlu kecewa, mengingat ada banyak artikel islami yang telah kami terbitkan, seperti kumpulan materi zakat, renungan muslim, hingga beberapa penjelasan tentang penggalan hadis yang lagi trend di masyarakat.
Karena list yang kami cantumkan di bawah ini masih berbentuk bahan mentah, tidak ada salam pembuka dan salam penutup atau dapat dikatakan langsung ke dalam pokok pembahasan, maka kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Mudahan daftar di bawah ini bermanfaat bagi para asatidz.
Berikut ini adalah contoh ceramah singkat kuliah tujuh menit (kultum) pendek yang sangat cocok untuk kultum di bulan ramadhan atau pun kapan saja, untuk saling nasihat-menasihati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran. Kultum kali ini berisi tentang kerugian di bulan romadhon.
Bismillaahhirrohmaanirrohiim…
Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuuh…
Alhamdulillahirobbil ‘alamin, washolatu wasalmu’ala ashrofil ambya’i walmursalin, wa ‘ala alihi washohbihi aj’mangin. Ama ba’du…
Bapak Ibu yang dimuliakan Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita, salah satunya dengan selalu mensyukuri nikmat Allah serta menggunakannya untuk amal ibadah dan kebaikan.
Tak lupa salam dan shalawat semoga tetap terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang senantiasa istiqomah.
Jama’ah yang dirahmati Allah, pada kesempatan kali ini saya akan membacakan sebuah kultum dengan tema:
Kerugian di Bulan Romadhon
Ada beberapa kerugian yang dialami oleh umat Muslim di bulan Romadhon dan mungkin saja kerugian itu juga kita alami.
Tidak berpuasa dan tidak beribadah dengan maksimal
Perintah puasa di bulan Romadhon bagi setiap orang yang mengaku beriman sudah sangat jelas tertuang di surat Al Baqoroh ayat 183. Namun kenyataannya, banyak diantara kita yang mengaku beriman, sehat dan tidak sedang berhalangan, namun tidak menjalankan ibadah puasa. Padahal jika kita menilik pada RUKUN ISLAM, maka seseorang belum bisa dikatakan beragama Islam jika belum bersyahadat, menegakkan sholat dan mengerjakan puasa. Sementara zakat dan ibadah haji hanya diwajibkan kepada yang mampu saja.
Selain itu, ada juga diantara kita dan mungkin termasuk kita yang berpuasa, namun tidak melakukan amal ibadah lainnya dengan maksimal. Puasa hanya sekedar puasa saja. Padahal bulan Romadhon itu menyimpan potensi pahala yang tidak terbatas. Ibadah sunah pahalanya dihitung seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan sampai tak terhingga.
“…Barang siapa yang melakukan kebaikan (ibadah sunah) di bulan Romadhon pahalanya seperti melakukan ibadah wajib dibanding bulan yang lainnya. Dan barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka pahalanya seperti melakukan 70 kewajiban dibanding bulan lainnya… (HR. Ibnu Huzaimah).
“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim).
Puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga
Disatu sisi bulan Romadhon menawarkan pahala yang tak terhingga, disisi lain, banyak diantara kita yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa lapar dan dahaga.
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobrani)
Beberapa perkara yang menyebabkan hilangnya pahala puasa, antara lain: berdusta atau bohong, ghibah dan fitnah, mengadu domba, sumpah palsu, dan melihat aurat lawan jenis dengan syahwat.
Orang-orang tersebut puasanya tetap sah, namun tidak mendapatkan pahala atas puasanya.
Tidak mengikuti tarawih hingga selesai
Kadang-kadang kita melihat ada orang yang meninggalkan shalat tarawih sebelum shalat witir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan satu keutamaan bagi orang yang megikuti tarawih sampai selesai. Nabi bersabda:
“Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Untuk itu marilah kita usahakan senantiasa mengikuti sholat tarawih berjamaah hingga selesai sholat witir.
Tidak menjaga sholat
Sholat adalah ibadah terpenting bagi seorang muslim karena sholat adalah tiang agama. Selain itu, sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab oleh Allah di hari kiamat kelak.
“Sesungguhnya pertama kali yang dihisab dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR Tirmidzi).
Selain itu, kepada para laki-laki hendaknya senantiasa mengerjakan sholat 5 waktu di masjid. Karena bagi orang yang malas sholat di masjid, oleh Nabi dikategorikan kepada golongan orang munafik.
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh di masjid…” (HR Bukhari Muslim).
Meskipun hanya disebutkan sholat Isya dan Subuh, namun kita tidak boleh meremehkan sholat lainnya. Sebab, jika kita amati saat ini, justru sholat Ashar lah yang sering kali sedikit jamaahnya.
Kemudian, orang munafik oleh Allah diancam dengan Neraka Jahanam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam” (QS An Nisa:140).
Tidak membiasakan membaca Al Qur’an
Membaca Al Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan baik di bulan Romadhon maupun bulan lainnya.
Didalam HR. Tirmidzi, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan Alif Laam Mim adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”.
Begitu besar pahala membaca Al Qur’an, belum lagi jika dikerjakan di bulan Romadhon, dimana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan sampai tak terhingga.
Untuk itu marilah kita membiasakan diri kita membaca Al Qur’an, paling tidak di bulan Romadhon ini bisa khatam satu kali. Rata-rata dalam 1 juz itu terdiri dari 10 muka atau 20 halaman. Jika setiap ba’da sholat fardu kita membaca 2 muka, maka insya Allah dalam sebulan kita bisa khatam satu kali. Apalagi ketika puasa biasanya banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk membaca Al Quran, misalnya setelah berbuka, setelah tarawih dan menjelang imsyak.
Lebih buruk dari tahun lalu
Jika puasa Romadhon tahun ini lebih buruk dari tahun lalu, maka sesungguhnya kita adalah orang yang mengalami kerugian. Karena orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Untuk itu marilah kita nilai diri kita masing-masing, apakah kualitas ibadah kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, atau justru malah menurun atau semakin buruk.
Jamaah yang insya Allah dirahmati Allah, mumpung kita masih diberi kesempatan di bulan Romadhon, marilah kita gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Karena belum tentu tahun depan kita akan menjumpai lagi bulan mulia ini.
Demikianlah sedikit yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Billahitaufik walhidayah.. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuuh..

Pidato Tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan

Pidato Tentang Keistimewaan Bulan Ramadhan - Jika diibaratkan tamu, Maka Bulan Ramadhan adalah tamu yang paling agung dan paling mulai yang akan mengunjungi umat islam.  Ramadhan adalah tamu yang selalu dinanti kehadirannya dan disesalkan kepergian-nya, namun setiap tamu tentunya pasti berlalu oleh karena memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik-baiknya adalah keutamaan bagi seorang muslim. Mengapa bulan Ramadhan begitu dimuliakan oleh Kaum Muslimin, karena ada banyak keutamaan yang ada di dalamnya dan sesungguhnya Ramadhan jauh lebih baik dibandingkan seribu bulan.
ramadhan
Ramadhan

Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur'an


شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
(Beberapa hari itulah) Bulan Ramadhan, Bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an (Awal Pertama Al-Qur'an diturunkan) sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan menjadi pembeda (Antara yang hak dan yang Bathil). Petunjuk yang diberikan kepada manusia yang isi dan keabsahan di dalamnya di jamin langsung oleh Allah SWT sehingga Al-Qur'an pasti berlaku untuk setiap masa dan setiap zaman.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah memberikan gambaran mengenai pujian yang diberikan Allah SWT kepada bulan Ramadhan sehingga bulan tersebut dijadikan sebagai waktu dimana wahyu pertama turun. Adapaun wahyu pertama yang turun bukanlah perintah beribadah melainkan perintah untuk membaca.
Perintah Puasa diwajibkan Pada Bulan Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Perintah puasa dijatuhkan pada bulan Ramadhan, bulan dimana pahala dilipatgandakan, sehingga kaum muslimin dan muslimah yang berpuasa akan mendapatkan ganjaran yang setimpal berupa surga.
Ramadhan waktu dimana Pintu Surga di buka Lebar sedangkan Pintu neraka ditutup.

Rasulullah SAW bersabda :

إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب السماء و غلقت أبواب جهنم و سلسلت الشياطين

“ apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ).

Tentu saja, pada bulan ini mereka yang masih hidup tidak bisa masuk surga, karena syarat pertama masuk Surga adalah mati, Bahkan Nabi Idris AS pun dimatikan terlebih dahulu agar bisa mengunjungi surga, namun yang beberapa ulama berpendapat bahwa arti kata pintu surga dibuka lebar-lebar adalah penjelasan mengenai waktu utama di bulan Ramadhan yang sangat mudah mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa, sebab Iblis dibelenggu sehingga umat manusia tidak rusak ibadah puasanya selama bulan Ramadhan.
Diampuninya Dosa-Dosa Di Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه

“barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu “ (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain beliau bersabda :

رغم أنف رجل دخل عليه رمضان ثم انسلخ قبل أن يغفر له

“celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni “ (diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad).

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak luput dari kesalahan dan Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling baik untuk bertobat kecuali sebagian dosa besar seperti Syirik dan Kafir tidak akan diampuni oleh Allah SWT kecuali dengan Taubatan Nasuha.

5 Dilipat Gandakan Pahala Pada Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda :

عمرة في رمضان تعدل حجة

“ pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji “ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan “……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku “

Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa ( Abu Bakar bin Abi Maryam menyebutkan bahwa banyak gurunya yang berkata: apabila telah datang bulan Ramadhan maka banyak-banyaklah berinfaq, karena infaq pada bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq fi sabilillah, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain )
Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya dengan keutamaan yang agung dan keistimewaan yang banyak. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang agung, yaitu:

Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Qur’an di dalam bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan kitab ini, Allah memperlihatkan kepada mereka kebenaran (al-haq) dari kebatilan. Kitab yang di dalamnya terkandung kemaslahatan (kebaikan) dan kebahagiaan (kemenangan) bagi umat manusia, serta keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keistimewaan ke dua, diwajibkannya berpuasa di bulan tersebut kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Allah Ta’ala memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa d antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam, di antara kewajiban yang Allah Ta’ala wajibkan, dan telah diketahui dengan pasti bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari agama, serta berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya (kewajiban puasa Ramadhan), maka dia telah kafir.

Barangsiapa yang berada di negeri tempat tinggalnya (mukim atau tidak bepergian) dan sehat, maka wajib menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185) Dan barangsiapa yang bepergian (musafir) atau sakit, maka wajib baginya mengganti puasa di bulan yang lain, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Dari sini jelaslah bahwa tidak ada keringanan untuk tidak berpuasa di bulan tersebut, baik dengan menunaikannya di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan kecuali bagi orang yang sudah tua renta atau orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. Kedua kelompok tersebut tidaklah mampu berpuasa, baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. Bagi keduanya terdapat hukum (aturan) lain yang akan datang penjelasannya, in syaa Allah.

Dan termasuk di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu”

Hadits ini menunjukkan atas keistimewaan yang agung dari bulan yang penuh berkah ini, yaitu,

Pertama, dibukanya pintu-pintu surga di bulan Ramadhan. Hal ini karena banyaknya amal shalih yang disyariatkan di bulan tersebut yang menyebabkan masuknya seseorang ke dalam surga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 32).

Kedua, ditutupnya pintu-pintu neraka di bulan ini, disebabkan oleh sedikitnya maksiat yang dapat memasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)” (QS. An-Nazi’at [79]: 37-39).

Dan juga firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (QS. Jin [72]: 23).

Ketiga, setan-setan dibelenggu di bulan Ramadhan. Setan tidak mampu untuk menggoda (menyesatkan) manusia, menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan, atau memalingkan manusia dari amal shalih, sebagaimana yang setan lakukan di selain bulan Ramadhan. Tercegahnya manusia -di bulan yang penuh berkah ini- dari melakukan berbagai hal yang keji merupakan rahmat untuk kaum muslimin, sehingga mereka pun memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai amal kebaikan dan menghapus dosa-dosa mereka.

Dan termasuk dalam keutamaan bulan yang penuh berkah ini adalah dilipatgandakannya amal kebaikan di dalamnya. Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang sama dengan amal wajib. Satu amal wajib yang dikerjakan di bulan ini setara dengan 70 amal wajib. Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala oarang yang berpuasa tersebut sedikit pun.

Semua kebaikan, berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.
Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang agung dan mulia, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk menganugerahkan keberkahan bulan Ramadhan kepada kami.

Pidato Menyambut Bulan Suci Ramadhan

pidato
pidato
Pidato Menyambut Bulan Suci Ramadhan - Menjelang bulan Ramadhan adalah salah satu moment bahagia bagi saya pribadi sobat, tentu bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah dan pahala yang sangat berlimpah dalam menjalani ibadah.

Untuk menyambut bulan nan penuh ampunan ini saya akan menuliskan contoh teks pidato bulan suci Ramadhan untuk menyambut kedatangan bulan suci yang biasanya diadakan acara-acara keagamaan. Langsung pada inti ya sahabat, berikut adalah contoh pidatonya.Contoh Teks Pidato Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Hadirin yang saya hormati.
Dalam kesempatan yang sangat baik ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Dimana selama ini kita diberi nikmat berupa kesehatan dan usia hingga saat ini sehingga kita dapat berkumpul dalam acara menyambut kedatangan bulan suci ramadhan.
Hadirin yang berbahagia.
Pidato yang akan saya sampaikan ini menerangkan keutamaan berpuasa bulan Ramadhan. Kita semua tahu bawa kita diwajibkan berpuasa di bulan suci Ramadhan seperti juga telah diwajibkan kepada orang-orang yang sebelum kita sekalian. Sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya sebagai berikut:   “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan berpuasa atas kalian sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, supaya kalian menjadi orang yang bertaqwa” ( QS. Al-Baqarah : 183 ).
Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan itu bukan kepada kita saja, tetapi sejak umat-umat sebelum kita atau umat Nabi Muhammad SAW. Adapun latarbelakang berpuasa itu adalah mencetak manusia agar menjadi taqwa kepada Allah bagaimana tidak, berpuasa itu yang bisa mengetahui hanyalah Allah dan dirinya sendiri. Disamping itu berpuasa itu meninggalkan perkara yang sebelumnya diperbolehkan seperti makan, minum, bersetubuh dengan istri dan lain sebagainya yang semuanya itu apabila tidak berpuasa diperbolehkan, tapi apabila berpuasa maka hukumnya haram dan membatalkan puasa. Karena taat kepada perintah Allah sekalipun hal tersebut adalah halal. Kita harus mencegahnya karena semata-mata taat dan takut kepada Allah serta mengharap ridha-Nya.

Hadirin yang berbahagia.
Setengah dari pada keutamaan orang berpuasa adalah mendapat dua kegembiraan, yaitu kegembiraan diwaktu berbuka dan diwaktu bertemu dengan Allah. Karen orang yang menunaikan ibadah puasa satu hari itu akan menyebabkan kita diampuni dosa-dosa kita baik yang telah lewat maupun yang akan datang. Apabila bulan Ramadhan telah berakhir dengan sempurna, orang tersebut akan bersih dari dosa hingga akhir tahun dan seandainya orang tersebut mati di bulan Ramadhan berakhir, maka dia kelak di hari kiamat akan datang dengan bersih dari segala dosa.

Hadirin yang terhormat.
Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan apa yang telah saya sampaikan tadi bermanfaat dan diiringi hidayah dan ridha Allah SWT.
Puja dan puji syukur hanya kita panjatkan kepada Allah Swt, karena pada kesempatan hari ini kita masih mendapat kenikmatan berupa kesehatan jasmani dan rohani, sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang penuh dengan ketentraman ini tanpa ada halangan suatu apapun.

Shalawat serta dalam semoga tetap tercurahkan kepada jun-jungan Nabi Muhammad Saw. karena beliaulah sebagai suri tauladan dalam kehidupan dunia ini. Mudah-mudahan kita tergolong umatnya yang setia akan mengikuti segala aktifitasnya.

Kaum muslimah dan muslimat yang berbahagia

Kita berkumpul di masjid ini adalah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadlan, kalau tidak salah lima hari lagi bulan suci kunjung tiba, karena itu marilah kita sambut, kita songsong dengan penuh gembira agar kita memasuki bulan tersebut secara ikhlas dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt. Bagi umat beriman dengan datangnya bulan suci Ramadlan merupakan arti tersendiri, karena bulan tersebut penuh dengan rahmat, maghfiroh, dan juga pembebasan dari api neraka.

Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.

Bila kita hidup dalam bulan dan mau menjalankan perintah Allah, baik. yang wajib maupun yang sunnat dengan ikhlas semata-mata mencari ridla Allah Swt, berarti keberuntungan yang sangat yakni berupa pahala sebagai bekal di akhirat kelak. Di bulan Ramadlan kita diperintah untuk melaksanakan puasa Ramadlan, man puasa tersebut kita laksanakan dengan dasar iman, agar tergolong orang-orang yang benar-benar taqwa kepada Allah Swt. Mari malam harinya kita gunakan dengan melaksanakan shalat taroweh, baik secara berjama’ah, maupun secara sendirian. Ketahuilah bahwasannya segala amalan yang baik dikerjakan di bulan Ramadlan, maka pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah Swt.
Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

Bulan Ramadlan iman kita benar-benar diuji Allah Swt, apakah kita termasuk orang-orang yang sabar akan menjalankan perintahnya. Kalau kita sabar akan menjalani kewajiban puasa, maka berarti kita semua tergolong orang-orang yang beriman sesungguhnya.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

Marilah kita tingkatkan amaliah kita dalam sehari-hari utamanva bulan yang akan datang, yaitu bulan Ramadlan.

Mudah-mudahan kita masih dianugerahi oleh Allah kesehatan jasmani dan rokhani sehingga kita melaksanakan puasa Ramadlan dan melaksanakan perintah Allah, baik yang wajib, maupun yang sunnat. Kita songsong datangnya Ramadlan dengan penuh keceriaan, dan kegembiraan di tengah-tengah keluarga.

Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati. Demikianlah pidato singkat yang dapat kami sampai dalam rangka menyambut datangnya bulan suci. Mudah-mudahan kesehatan tetap terlimpahkan  kepada kita semua, sehingga kita menjalankan ibadah puasa sampai penuh satu bulan.

Dengan pembicaraan saya semrawut tadi, mudah-mudahan membawa manfaat, amiin.

Wassalamu’alaikum Warahmatull ah i Wabarakaatuh.

Ceramah Ramadhan Versi Anak SD

Ceramah Ramadhan Versi Anak SD -
Berikut adalah contoh kultum atau ceramah untuk anak SD,  dapat digunakan sebagai teks pidato sederhana bagi anak-anak yang ingin belajar tampil di depan umum.
ceramah
CERAMAH

Yup, Adik – Adik yang mau kultum/ceramah/pidato, tetap tekun ok! Semoga sukses dan lancar.
[Alhamdulillahi robbil alamin, wasshalaatu wassalaamu alaa asrafil anbiyaa’ i  wal mursaliin wa’ala aalihi wasohbihi ajma’in, (amma ba’du)” keterangan : tulisan arab di atas disebut ‘mukaddimah’, boleh dibaca maupun tidak.]
Bapak, Ibu, dan teman-teman pendengar yang saya hormati, nama saya [sebutkan nama sendiri] , siswa kelas .. SD, akan  menyampaikan uraian hikmah tentang Pentingnya Belajar Shalat.
Hadirin yang di muliakan Allah,
Nabi muhammad SAW telah bersabda: “Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa menegakkan shalat, berarti telah menegakkan agama. Dan barangsiapa meninggalkan shalat berarti telah MERUNTUHKAN agamanya.” [tips: beri penekanan pada kata ‘meruntuhkan’]
Belajar shalat sejak dini sangatlah penting, pepatah mengatakan ‘belajar sedari kecil bagai menulis di atas batu, sedangkan belajar sesudah dewasa laksana menulis di atas air’.
Teman-teman, Reisha mau tanya,
teman suka sholat, tidaak?
shalat Dzuhur berapa kali? Ashar berapa kali? Kalau magrib? [kemungkinan audiens akan menjawab 4 atau 3]
iih.. salah, jawabannya adalah:
Shalat dzuhur satu kali. Shalat Ashar dan magrib juga satu kali.
Tapi kalau ditanya, berapa raka’at???? barru jawabannya; Dzuhur 4 Rakaat. Ashar 4 rakaat. Magrib 3 rakaat, Isya 4 rakaat, dan shalat subuh 5 rakaat.
MENJADI MANUSIA YANG PANDAI BERSYUKUR
Kaum Muslimin dan Muslimat yang  dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah S.W.T., karena Allah  telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak ni’mat. Jauh lebih banyak nikmat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur.
Selanjutnya saya mengajak kaum muslimin dan muslimat sekalian untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar melimpahkan setinggi-tingginya penghargaan dan penghormatan, yang biasa kita kenal dengan istilah sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama, teladan kita bersama, yakni Nabi Muhammad S.A.W. Dan kita berdo’a kepada Allah, semoga kita yang hadir di tempat ini bisa berkumpul bersama Rasulullah dan para sahabatnya dihari kiamat nanti, amien ya rabbal ‘aalaamien.
Adapun judul kultum kita pada kesempatan kali ini adalah  MENJADI MANUSIA YANG PANDAI BERSYUKUR

Kaum muslimin dan muslimat  yang berbahagia,
Kita mengetahui bahwa Allah Mahabesar, sementara kita yang diciptakannya adalah kecil. Kita hina dan tak punya daya dan kekuatan sedikitpun, kecuali karena kebesaran dan kekuatan dari  Allah. Karena itu, mari kita banyak banyak bersukur kepada Allah.
Allah S.W.T. berfirman: dalam Surat Al-Baqarah ayat 185
“Dan hendaklah bertakbir atas anugerah yang telah Allah berikan. Semoga kalian menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”
Syukur merupakan satu perbuatan hati yang  akan menarik seseorang pada rasa  damai, tenteram, dan bahagia. Ia juga akan mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, sekaligus mendapatkan pahala dan kenikmatan yang terus bertambah dari Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah S.W.T. dalam Surat Ibrahim ayat 7
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Rasul SAW adalah manusia yang pandai bersyukur. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, “Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?” Beliau menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?”
 Marilah kita tutup ceramah ini dengan berdoa bersama-sama.
A’udzubillahiminasyaithonirrojim,
Bismillahirrahmanirrahim
Ya Allah, jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala dosa kami,
Ya Allah, sucikanlah kami dari dosa-dosa,
Dan bersihkanlah diri kami dari segala perbuatan tercela,
Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hati kami,
Hiasilah diri kami dengan kesabaran dan kesucian,
Rabbana atina fiddunya hasanah, wafilakhirati hasanah, waqina ‘adza bannar,
Subhanarobbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun, wassalamun’alal mursalin,
Walhamdulillahirobbil’alamin.
Wassalamualaykum w.r.w.b.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan sukur kepada Allah S.W.T., karena Dia telah memberikan ni’mat kepada kita, sehingga kita bisa hadir ditempat yang kita cintai ini....
Kemudia solawat dan salam kita tujukan kepada nabi Muhammad S.A.W. karena beliau telah membawa kita dari alamjahiliyah menuju alam islamiyah seperti yang kita rasakan pada saat ini..
Adapun judul kultumkita pada kesempatan kali ini adalah: KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN
Merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk selalu membacadan mengamalkan Al Qur`an, maka untuk itu, marikita senantiasa membaca Al-Quran danmengamalkannya..
Adapun keutamaan membaca Al Qur`an sebagai berikut :
Orang yang selalu membaca Al-Quran akan menjadi Manusia yang terbaik.
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda : "Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya kepada orang lain.
Orang yang selalu membaca Al-Quran akan  Dikumpulkan bersama para Malaikat.
Rasulullah bersabda : "Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti.
Orang yang selalu membaca Al-Quran akan  mendapatkan  pahala.
Orang yang selalu membaca Al-Quran, maka  Kedua orang tuanya akan mendapatkan mahkota surga
Rasulullah bersabda : "Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak.
KaumMuslimin wal Muslimat yang berbahagia
Maka untuk itu,marikita selalu belajar membaca Al-Quran dan mengamalkannya.
Kalau kita  jauh dari Al-Quran, maka malapetaka serta segala jenis penyakit hati akan datang silih berganti.
Al-Quran merupakan obat segala macam penyakit.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Isra’ ayat 82
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman

Mungkin inilah yang dapat saya sampaikan, sebelum saya menutupnya, mari kita berdoa kepada Allah S.W.T, semoga Dia menggerakkan hati dan memudahkan langkah kita dan umat Islam lainnya untuk kembali kepada Al-Quran, sehingga menjadi umat yang terbaik.
Wassalamualaykum w.r.w.b.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan sukur kepada Allah S.W.T., karena Dia telah memberikan ni’mat kepada kita, sehingga kita bisa hadir ditempat yang kita cintai ini....
Kemudia solawat dan salam kita tujukan kepada nabi Muhammad S.A.W. karena beliau telah membawa kita dari alamjahiliyah menuju alam islamiyah seperti yang kita rasakan pada saat ini..

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
Dalam ayat ini bertemu lima macam dari ciri ciri orang mukmi
Yang pertama: Orang yang gemetar hati nya bila dia mendengarkan orang menyebut nama Tuhan. Ini tentu karena sudah tertanamnya rasa cinta yang mendalam kepada Allah S.W.T. sehingga dengan cinta yang tulus ikhlas dimanapun dia berada, nama Tuhan akan tetap diingatnya. Dan bila ia mendengar orang lain menyebut nama Tuhan jiwanya menjadi gemetar, karena satu-satunya nama yang dicintainya adalah Allah S.W.T.
Yang kedua; Orang yang beriman itu Apabila dia mendengarkan orang membacakan ayat Allah yakni Al-Qur’an maka akan bertambahlah imannya.
Al-Qur’an itu laksana telaga, berbondong-bondong orang mengambil air ke sana, namun telaga itu tidak juga kunjung kering, bahkan bertambah disauk airnya, bertambah dalam sumur itu. Demikian ilmu pengetahuan yang tersimpan dalam Al-Qur’an, tambah digali tambah banyak hikmah yang kita dapatkan.
Kemudian yang ke tiga: Tanda dari orang mukmin itu ialah orang yang menyerahkan diri semata-mata kepada Allah S.W.T. dan tidak menyangkutkan nasib kepada orang lain, dalam segala bentuknya.
Yang ke-empat: yaitu orang yang mendirikan shalat, dengan segala rukun dan syaratnya dan lengkap dengan segala peraturan yang sudah ditentukan.
Yang ke-lima: Orang yang beriman adalah orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah, atau memberikan bantuan kepada fakir miskin dan anak yatim.
Itulah lima butir ciri-ciri orang yang beriman dan masih banyak lagi ciri ciri yang lainnya. Dan adapun lima butir itu adalah ringan, tapi karena kadang-kadang ringan, sering dilupakan oleh orang Islam sendiri, padahal disanalah terletak ciri ciri seorang mukmin.
Demikianlah kultum kita pada kesempatan kali ini, lebih kurang saya mohon maaf
Wassalamualaykum w.r.w.b.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan sukur kepada Allah S.W.T., karena Dia telah memberikan ni’mat kepada kita, sehingga kita bisa hadir ditempat yang kita cintai ini....
Kemudia solawat dan salam kita tujukan kepada nabi Muhammad S.A.W. karena beliau telah membawa kita dari alamjahiliyah menuju alam islamiyah seperti yang kita rasakan pada saat ini..
Adapun judul kultumkita pada kesempatan kali ini adalah: MAKNA SEBUAH KEBAHAGIAAN
Sebenarnya kebahagiaan itu ada pada diri semua orang, tidak memandang sikaya dan simiskin, pejabat dan segala kemewahan duniawi, namun terletak pada jiwa dan hati yang tenang. Tidak harus kaya atau pejabat dan orang berharta, tetapi semua orang bisa memiliki kebahagiaan itu. Justu orang yang kaya yang selalu disibukkan dengan kekurangan dan pekerjaan sehingga hati mereka menjadi tidak tenang. sebab, berapapun harta yang mereka miliki masih saja kurang tidak pernah merasa pas dan cukup.
Oleh sebab itu, marilah kitaselalu ingat pada yang member Zat Yang Menentukan kebahagiaan, karena Allah lah Zat yang member ketenangan kepada siapapun yang dikehendakinya, maka dari itu marilah kita mengejar terus kebahagiaan itu dengan senantiasa ingat kepada Allah.
Mana mungkin kebahagiaan itu diberikan kepada orang-orang yang durhaka kepada Tuhannya, banyak mereka beranggapan bahwa kebahagiaan itu terletak pada harta yang banyak dan bertumpuk saja. Anggapan yang seperti itu tidak benar. Mereka lupa bahwa kemegahan, kedudukan dan semua kemewahan dunia itu pasti binasa tidak ada yang abadi.
Kalau orang mengerti bahwa hidup didunia ini hanyalah sebentar dan sementara. Seharusnya mereka sadar dan mencari bekal untuk persiapan nanti dalam perjalanannya menuju akhirat yang abadi. Sehingga dengan dengan perbekalan itu diharapkan agar mencapai tujuan ke akhirat dengan selamat, dengan mengerjakan amalan-amalan yang baik, dan segera bertaubat atas dosa yang pernah dilakukannya.
Kaum Muslimin yang berbahagia....
Jadi,kebahagiaan itu tidak terletak pada harta dan dunia, tetapi terletak pada keimanan.
Allah S.W.T. berfirman dalam Surat Ar-Ra’du ayat 29
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
Hanya inilah yang dapat saya sampikan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, dan kalau ada kata-kata saya yang salah mohon dimaafkan.

Minggu, 03 September 2017

Ceramah Ramadhan Singkat dan Lucu Terbaik

Ceramah Ramadhan Singkat dan Lucu Terbaik - Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah jadikan diri ini menjadi semakin kurus dosa dengan cara berpuasa di bulan ini, puasa jangan terlalu extrime, santai saja.
Ceramah Ramadhan Singkat dan Lucu Terbaik
Ceramah Ramadhan Singkat dan Lucu Terbaik
Jamaah tahu kah anda, jika orang yang berat timbangan amalnya maka orang itu akan masuk surga, jika orang yang berat keburukanya maka akan masuk neraka, dan jika orang timbangan amal dan dosanya sama-sama berat maka akan dimasukkan di tengah-tengah surga dan neraka.... ada yang tahu apa di tengah tengahnya surga dan neraka.

Jamaah berita menggembirakan, bahwa di neraka di bulan ramadhan tidak menerima penghuni baru dikarenakan terlalu banyaknya penghuni neraka yang senior mengakibatkan panitia menambah gedung baru yang akan selesai bulan berikutnya.

kabar menyedihkan datang dari neraka bagian jahannam sebelah barat, bahwa kunci pintunya hilang sehingga mengakibatkan banyaknya korban yang terjebak, pemerintah tidak menyediakan fasilitas pengunsian dikarenakan uang yang dikirim belum sampai malah terbakar.

Setiap kita dituntut untuk menjadi muslim yang kaffah, muslim yang menyesuaikan diri dengan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Bila sudah demikian, maka itulah yang dimaksud muslim sejati. Untuk sampai pada tingkat keislaman yang demikian, ada tiga istilah dalam islam yang harus kita miliki dan lekat dalam diri kita masing-masing sehingga menyatu dengan sikap,kepribadian dan tingkah laku kita sehari-hari.
Pertama adalah imam ini artinya setiap kita harus menancapkan betul-betul keimanan kedalam hati kita masing-masing. Dengan iman, kita akan memiliki kepercayaan yang benar, sehingga perbuatan yang kita lakukan tidak akan menyimpang dari prinsip-prinsip keimanan. Dengan iman yang disebut aqidah, kita akan selalu terikat pada nilai-nilai dan ketentuan yang datang dari Allah Swt, sehingga kita tidak mau berperilaku seperi hewan yang liar.
Disamping itu, dengan iman yang disebut juga tauhid, kita mengakui Alah Swt sebagai tuhan yang esa sehingga akan kita cintai Allah di atas segala-galanya. Dengan kata lain,dengan iman yang benar dan mantab, kehidupan ini akan dapat diarahkan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya.

Jamaah muslimah yang berbahagia

Kedua yang harus kita miliki dalam diri kita masing-masing adalah ilmu, hal ini karena dengan ilmu, kehidupan kita menjadi mudah, baik untuk melakukan sesuatu atau mencapainya. Itu sebabnya menuntut ilmu di dalam islam tidak sekedar diwajibkan, tapi Rasulullah Saw telah memberikan rangsangan yang sangat menarik sebagai keutamaan yang besar dalam menuntut ilmu, yakni penuntut ilmu itu berada di jalan Allah baik pada waktu pergi, saat sudah tiba, maupun pada waktu pulang, sehingga seandainya seorang muslim meninggal pada waktu sedang mancari ilmu, insya Allah matinya adalah syahid. Keharusan kita menuntut ilmu juga karena Allah tidak menghendaki kalau kita hanya ikut-ikutan dalam melakukan sesuatu, padahal kalau kita hanya ikut-ikutan dalam melakukan sesuatu, pasti kita akan diminta pertanggung jawaban dari apa yang dilakukan. Oleh karena itu keimanan seorang muslim harus dimantapkan dengan ilmu yang dibimbing dengan iman. Iman tanpa ilmu akan mudah digoyahkan, dan ilmu tanpa bimbingan iman akan membawa kehancuran.

Bapak-bapak, ibu-ibu yang berbahagia

Yang ketiga yang harus kita miliki dan kita wujudkan dalam kehidupan adalah amal saleh yang harus kita lakukan dengan niat yang ikhlas. Amal saleh memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat.
Keselarasan dan kepaduan ketiga unsur tersebut jika kita amalkan, insya Allah akan membuat hidup kita tentram dan damai.

Jamaah muslim wal muslimah yang dirahmati oleh Allah

Jika kita sedikit saja menengok sedikit tentang segala nikmat yang kita terima sejak kita bangun tadi, maha insyaallah, sampai tangan kita pegal-pegal tak akan sanggup untuk menghitungnya. Bayangkan saja, saat kita masih di ijinkan untuk dapat membuka mata, melihat indahnya matahari pagi, dapat merasakan segarnya air wudhu yang membasahi wajah, itu sudah merupakan suatu anugerah Allah yang tak dapat tergantikan dengan apapun di dunia ini.

Pertanyaan saya,,ketika kita telah merasakan hal itu,,sudahkah kita sejenak untuk bersyukur,,, bagi yang belum marilah sejenak untuk menundukkan kepala sejenak untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita..Alhamdulillahirobbil alamin..

Tapi tampaknya,,hampir sebagian dari hadirin sekalian sudah sering sekali bersyukur,,bagaimana saya tahu ?,,jangan bilang,,cieee dukun...benar-benar bukan,,saya bukan dukun,karena dukun merupakan salah satu jenis dosa yang harus kita hindari,,saya tahu bagaimana hadirin semua terlihta sebagai orang yang sering bersyukur,,terkihat dari pancaran cahaya yang datang dari hadirin sekalian..,dan cahayanya,,subhanallah,,sungguh begitu menyilaukan,, terlebih lagi ditambah dengan sorotan lampu dari atas,,hem,,,semakin menyilaukan,,,sampai saya sendiri bingung,,mana pancaran dari para hadirin atau mana yang lampu,,

Jamaah muslim wal muslimah yang dirahmati oleh Allah

Telah kita ketahui bersama bahwa nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal. Kenapa dinamakan dengan tahun gajah ? karena memang pada saat itu sedang terjadi penyerangan pasukan gajah untuk menghancurkan kakbah yang dipimpin oleh raja Abrahah.
Suatu ketika ada seseorang bertanya kepada saya “ wahai ustadz,,ketika saya dilahirkan,,kata ibu saya saya dilahirkan dengan bantuan seorang dukun beranak,,dan pada saat itu katanya juga sedang ada pasukan semut yang banyak sekali di rumah dukun tersebut,,,berarti saya lahir pada taun semut dung?”

Ya memang benar itu sepasukan semut, namun bukan berarti terus kemudian dinamakan tahun semut kan,,hemmm...

Nabi Muhammad lahir di dunia ini tidak hanya sekedar untuk menikmati indahnya dunia, sambil petentang petenteng,,namun lebih dari itu, nabi Muhammad membawa misi yang luar biasa untuk membawa manusia dari keadaan gelap ke keadaaan yang terang,,berarti nabi Muhammad petugas PLN Ya..???,,tentu bukan itu maksudnya. Maksudnya adalah tentang membawa manusia yang awalnya dalam keadaan jahiliah kemudian diangkat menjadi manusia yang lebih bermartabat, lebih berperikemanusiaan, dan tentunya menjadi makhluk yang sebenar-benarnya makhluk yang memiliki tugas untuk beribadah kepada Allah.